HIRADC: Cara Identifikasi Bahaya & Penilaian Risiko di Laboratorium
Oleh Tim mutululusan.id · 5 Juni 2026 · 8 menit baca
HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) adalah metode sistematis untuk mengenali bahaya di tempat kerja, menilai tingkat risikonya, dan menetapkan pengendalian yang tepat. Di laboratorium yang penuh bahan kimia, peralatan bertekanan, dan sumber panas, HIRADC bukan formalitas — ia menyelamatkan nyawa.
Langkah 1 — Identifikasi Bahaya
Mulailah dengan memetakan setiap aktivitas laboratorium, lalu identifikasi bahaya pada masing-masing. Bahaya laboratorium umumnya dikelompokkan menjadi: kimia (korosif, toksik, mudah terbakar), fisik (kebisingan, radiasi, suhu), biologi (mikroorganisme), ergonomi, dan listrik.
Langkah 2 — Penilaian Risiko
Setiap bahaya dinilai dengan mengalikan kemungkinan terjadinya (likelihood) dengan keparahan dampaknya (severity). Hasilnya menentukan tingkat risiko: rendah, sedang, tinggi, atau ekstrem. Matriks risiko membantu memprioritaskan bahaya mana yang harus segera dikendalikan.
Langkah 3 — Menentukan Pengendalian
Pengendalian dipilih mengikuti hirarki pengendalian risiko, dari yang paling efektif ke yang paling lemah:
- Eliminasi — hilangkan bahaya sepenuhnya (mis. ganti proses berbahaya).
- Substitusi — ganti bahan/proses dengan yang lebih aman.
- Pengendalian teknik — lemari asam, ventilasi, interlock.
- Pengendalian administratif — SOP, pelatihan, rambu, rotasi kerja.
- Alat Pelindung Diri (APD) — sebagai lapis pertahanan terakhir.
APD adalah baris pertahanan terakhir, bukan yang pertama. Utamakan menghilangkan atau mengendalikan bahaya di sumbernya.
Menjaga HIRADC Tetap Hidup
HIRADC bukan dokumen sekali jadi. Tinjau ulang setiap ada perubahan proses, bahan baru, insiden, atau minimal secara berkala. Libatkan personel yang menjalankan pekerjaan — merekalah yang paling memahami bahaya nyata di lapangan.
Latih kompetensi K3 laboratorium Anda
Pelatihan Laboratory HSE Officer membahas HIRADC, bahan kimia, limbah B3, dan tanggap darurat — dengan latihan menyusun HIRADC nyata.
Lihat pelatihan K3 laboratorium →Siap mempraktikkannya?
Tingkatkan kompetensi Anda lewat pelatihan Laboratory HSE Officer — e-sertifikat 24 JP, rekaman, dan materi.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Sertifikasi Kompetensi Laboratorium di Indonesia
Apa itu sertifikasi kompetensi laboratorium, mengapa penting, jenis-jenisnya, syarat, tahapan asesmen, dan cara memulainya dari pelatihan bersertifikat.
EdukasiApa Itu JP (Jam Pelajaran) dalam Sertifikat Pelatihan?
Penjelasan istilah JP atau jam pelajaran pada sertifikat pelatihan, cara menghitungnya, dan mengapa 24 JP menjadi standar pelatihan 2 hari.
